DAKWAH.CO – Prilaku dan budaya jujur sudah jarang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Realita yang sering tampak adalah banyak orang berprilaku tidak jujur. Suka mengobral janji, tapi tidak ditepati. Juga
suka memutar-balikan kebenaran alias berdusta dan lainnya.

Padahal dalam dunia kerja, misalnya, seorang pimpinan pasti senang sekali memiliki karyawan yang berprilaku jujur. Sebab, ia akan lebih amanah dalam menjalankan tugasnya.

Pun demikian dalam aspek berdagang atau biasa kita sebut dengan jual-beli. Kejujuran diperlukan untuk memastikan para pembeli memperoleh takaran yang pas sesuai akad. Bahkan, dalam mencari pasangan dan pertemanan kita dianjurkan memilih yang jujur.

Jadi, kejujuran sangat diperlukan sebagai pondasi dan nafas kehidupan seseorang.

Jujur sendiri tidak lain merupakan salah satu sifat mulia dari Nabi Muhammad SAW. Sosok mulia dan teladan sempurna bagi seluruh umat manusia itu, bahkan dikenal sebagai pribadi yang jujur dan amanah sejak beliau belum diangkat menjadi Nabi.

Nah, dalam Islam, prilaku jujur sangat tinggi nilainya hingga memiliki 15 keutaamaan. Salah satu di antarannya adalah sebagai jalan menuju ke surga-Nya.

Keutaman lain dari prilaku jujur adalah membuat seseorang dekat dengan para Nabi dan mendapat derajat yang tinggi di mata Allah SWT. Mereka juga dicintai Allah SWT dan rosul-Nya.

Selain itu, kejujuran akan mendatangkan pahala maupun ampunan dosa. Mereka yang jujur juga bakal mendapat pertolongan. Doanya juga akan dikabulkan.

Mereka yang jujur juga bakal menjadi tauladan yang baik, terhindar dari sifat munafik dan mendapat keberkahan. Juga mampu melahirkan ketenangan, menghadirkan bahagia dan menghindarkan dari bahaya.

Tak cukup itu, orang yang jujur juga disuka. Ia juga bisa memiliki banyak teman dan mendapatkan kebaikan serta menjadikan orang yang memiliki sifat tersebut mendapatkan pahala dan rahmat dari Allah SWT.

Dalam Al quran surat Ibrahim ayat 27 Allah SWT berfirman yang artinya: “Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki”.

Maka, setiap pribadi muslim yang ber-iman dan sedang ber-puasa pada bulan suci Ramadhan diharapkan untuk mempertahankan dan memperjuangkan keimanannya. Juga menempah dan menggembleng diri secara efektif agar mempunyai kekuatan dan kecerdasan sebagai bekal untuk menegakkan kejujuran.

Sebagaimana firman Allah dalam Al quran surat Ali Imran ayat 139 yang artinya: “Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu saling tinggi (mulia derajatnya), jika kamu orang beriman”.

Semoga kita senantias bisa menjadi pribadi yang imannya kuat untuk melakukan kejujuran.

Jangan lupa kita juga berdo’a yang artinya: “Ya Allah, aku mohon perlindungan kepada Engkau daripada gelisah dan duka cita, dan aku mohon perlindungan kepada Engkau daripada kelemahan dan kemalasan, dan aku mohon perlindungan kepada Engkau daripada sifat pengecut dan kikir, dan aku mohon perlindungan kepada Engkau daripada tumpukan hutang dan tekanan orang “.(HR. Abu Dawud).

Penulis: Ustad Hasanuddin, M.Ag. Majelis Tabligh PWM Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here