DAKWAH.CO – Setiap muslim yang beriman diperintahkan untuk berpuasa di bulan suci Ramadhan. Selama satu bulan lamanya kita diwajibkan untuk berpuasa supaya mampu menjadi hamba yang bertakwa.

Sayangnya, banyak di antara orang yang berpuasa cuma mendapat lapar dan haus. Jauh dari kata takwa. Selepas Ramadhan mereka pun kembali berbuat banyak dosa.

Imam Al-Ghazali membagi orang yang berpuasa ke dalam tiga tingkatan. Pertama adalah puasanya orang awam. Yakni, puasanya orang yang sekedar menahan makan dan minum, serta menjaga kemaluan dari dorongan syahwat saja.

Tingkatan kedua adalah puasanya orang khusus. Yakni, mereka yang berpuasa, selain bisa menahan diri tidak makan dan minum serta syahwatnya. Juga mampu menahan pendengaran, pandangan, ucapan, gerakan tangan dan kakinya dari segala bentuk perbuatan dosa.

Imam Al-Ghazali mengungkapkan ada enam tanda puasanya orang khusus ini. Pertama adalah mereka yang mampu menundukkan pandangan dan mencegah keinginan untuk memperluas penglihatan pada segala hal yang tercela serta yang dapat melalaikannya dari mengingat Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda “Pandangan adalah salah satu panah Iblis” (Hr. Al-Hakim, al-Mustadrak (4/349).

Kedua adalah mereka yang mampu menjaga lidah dari berbohong, ghibah, berkata keji, kasar dan segala hal yang dapat menjauhkan dari mengingat Allah SWT.

Rasululah saw bersabda “Puasa adalah benteng, jika seseorang dari kalian sedang berpuasa, maka janganlah berkata keji dan bersikap bodoh. Jika ada orang yang mengajaknya berselisih atau mencacinya, maka katakanlah, sesungguhnya saya sedang berpuasa”. (Hr. Bukhori, bab puasa (1894). Muslim, bab puasa (163).

Ketiga adalah mereka yang bisa mencegah pendengaran dari mendengarkan segala hal yang dibenci. Allah swt berfirman . “ Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haran.” (QS. Al-Maidah [5]: 42)

Keempat adalah mencegah anggota tubuh lainnya dari berbuat dosa, khususnya kedua tangan dan kaki. Juga mencegah perut dari memakan hal-hal yang syubhat.

Rasulullah swtbersabda, “Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak mendapatkan pahala dari puasa tersebut kecuali hanya rasa lapar dan haus. ( HR. An-Nasa’i dalam kitabnya as-Sunnah (3249); Ibn Majah (1690).

Kelima adalah tidak memperbanyak makan-makanan yang halal saat berbuka karena maksud dari puasa sendiri adalah meredam hawa nafsu untuk menjadikan diri sebagai jiwa-jiwa yang bertakwa.

Keenam adalah setelah berbuka hatinya berada di antara perasaan penuh harap dan takut kepada Allah swt.

Nah, terakhir, tingkatan ketiga adalah puasa khususnya orang khusus. Puasa tingkat ini adalah puasa hati dari kepentingan jangka pendek dan pikiran-pikiran duniawi. Juga puasa (menahan) dari segala hal yang dapat memalingkan dirinya kepada selain Allah SWT.

Kira-kira Anda berada di tingkatan yang mana? Hanya Allah uang maha mengetahui.

Mari berdoa mudah-mudahan posisi kita minimal berada pada tingkatan orang khusus. Syukur-syukur jika sudah mencapai derajat puasa khususnya orang khusus.

Penulis: Ustad Ridwan Abubakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here